Top Ad unit 728 × 90

Derkuku Kelantan, Tekukur Indonesia

Pakem Derkuku Lomba 2017, Hasil RAKERNAS PPDSI Pusat 2017

Jika anda penghobi derkuku / tekukur lomba, alangkah baiknya jika kita memahami dasar-dasar penilaian untuk mengetahui kualitas anggungan. Hal ini diperlukan pula bagi penghobi sebagai pedoman ketika hendak memilih, membeli atau menyeleksi hasil ternak derkuku kita untuk kualitas lapangan. Kemampuan ini memang perlu diasah secara pribadi dan dibandingkan dengan penilaian juri di lapangan saat lomba atau ketika konsultasi.

Pada kesempatakan kali ini, kami dari team Gema Bahana - Dian BirdFarm Solo, akan merangkum hasil RAKERNAS PPDSI Pusat 2017 berkenaan dengan pakem penilaian derkuku lomba. Harapan kami bisa menjadi pertimbangan, pegangan dan sebagai wawasan untuk para pecinta derkuku terutama dalam melakukan uji penilaian terhadap kualitas suatu burung. Tentunya burung dinilai saat digantang pada ketinggian 4 Meter. Suara atas (gantangan) dimana biasanya burung derkuku mampu dan mau mengeluarkan suara emasnya. Silahkan dipahami 5 komponen penilaian derkuku lomba dibawah ini :


Kompenen Anggung Derkuku


A. Suara Depan

Yang dimaksud suara depan adalah bagian/komponen dari satu alunan anggung yang terdengar pertama kali pada saat burung derkuk mengeluarkan suara dengan lengkap. suara depan terdiri dari dua not suara yang menjadi satu kesatuan dan terdengar bergantian. Suara depan memiliki nilai maksimnal 9. Contoh suara depan : Deeg-kii, Deeg khuuk, dan sebagainya. Suara depan yang baik harus memenuhi persyaratan 3 unsur, yaitu :

1. Lengkap
Lengkap yaitu adanya 2 (dua) not suara yang terdengar secara bergantian dan merupakan satu kesatuan yang utuh. Lengkap memiliki nilai maksimal 3.

2. Jelas/Bertekanan
Jelas adalah 2 (dua) not suara tersebut terdengar jelas dan menekan secara bergantian dengan ketukan dan interval beraturan. Jelas / Bertekanan memiliki nilai maksimal 3.

3. Bersih
bersih yaitu tidak serak / tidak bergetar ( tidak ada unsur R). Bersih memiliki nilai maksimal 3.

B. Suara Tengah

Suara tengah yaitu bagian atau komponen anggung yang berada diantara dua not suara depan dan satu not suara ujung. Suara tengah akan terdengar setelah dua not suara depan berbunyi.  Suara tengah memiliki nilai maksimal 9. Contoh suara tengah adalah : Klluu, Klliuuu dan sebagainya. Suara tengah yang baik harus memenuhi persyaratan 3 (tiga) unsur, yaitu :

1. Panjang
Dimaksud panjang karena nada suara yang terdengar mengalami proses marginal (memanjang), sehingga mempengaruhi alunan nada komponen tengah terdengar panjang. Panjang memiliki nilai maksimal 3.

2. Membat/Mengayun

Membat/Mengayun yaitu kelipatan persekutuan nada dasar suara tengah. Digambarkan dengan garis melengkung dari bawah menuju ke atas. Suara tengah yang membatnya baik, maka garis lengkungnya semakin curam. Membat mimiliki nilai maksimal 3.

3. Bersih
Bersih berarti bahwa suara tidak bergetar / bergelombang / serak  ( unsur R/L sedikit). Apabila unsurnya R/L hanya sampai setengah bagian depan dari suara tengah maka dianggap bersih. Suara tengah dengan unur R/L yang terlalu banyak (R/L) sampai bagian akhir suara tengah, maka suara tengah tersebut dianggap sangat kotor). Nilai maksimal atas kebersihan suara tengah adalah 3.

C. Suara Ujung

Suara ujung yaitu bagian / komponen yang terdengar pada bagian akhir dari satu alunan anggung burung derkuku yang lengkap (hanya satu not suara). Suara ujung yang maksimal diartikan suara ujung tersebut terdengar panjang bulat, bersih dan seolah-olah tidak ada habisnya (Mbrengengeng/bergema).  Suara ujung memiliki nilai maksimal 9. Suara ujung yang baik harus memenuhi  persyaratan 3 unsur, yaitu :

1. Panjang dan Bulat
Panjang dan bulat adalah satu kesatuan unsur dari suara ujung. Disebut panjang karena terdengar adanya proses marginal /proses memanjang. bulat diartikan suara ujung tersebut utuh ( datar, tidak goyang dan tidak menipis). Nilai panjang bulat pada suara ujung maksimal 3.

2. Bersih
Bersih yaitu tidak serak / tidak bergetar ( tidak ada unsur R/L). Bersih memiliki nilai maksimal 3.

3. Bergema
Dimaksud bergema karena tersengar seolah-olah tidak ada habisnya ( diakhir dengan dengung). Dlama bahasa jawanya disebut mbrengengeng. Nilai bergema pada suara ujung maksimal 3.


D. Dasar Suara

dasar suara adalah dasar yang merupakan asal mula terbentuknya alunan anggung burung derkuklu, sehingga dasar suara menjadi dasar yang sangat mempengaruhi anggung burung derkuku. Dasar suara dinilai terpisah seperti suara depanm tengah dan ujung. Akan tetapi nilai dasar suara sangat mempengaruhi nilai setiap unsur dari masaing-masing komponen ( depan, tengah, ujung). Dasar suara yang baik adalah dasar suara yang seimbang (depan, tengah dan ujung tidak berlebihan pada masing-masing unsurnya. Dasar suara mempunyai nilai maksimal 9. Dasar suara yang baik harus memenuhi persyaratan 3 unsur, yaitu :

1. Tebal
Tebal ( dalam bahasa jawa disebut kandel). Diartikan suara tebal yaitu suara yang bulat utuh (padat berisi / dalam bahasa jawanya disebut kempel). APabila unsur tebail ini sangat kurang makan akan terdengar ampang. Dasar suara memiliki suara maksimal 3.

2. Kering
Kering ( dalam bahasa jawa disebut garing). Diartikan suara kering yaitu suara yang nyaring. Apabila suara unsur kering / suara nyaring yang cukup ditambah dengan suara tebal yang cukup maka suara akan terdengar cukup lantang. Kering memiliki nilai maksimal 3.

3. Bening
Bening diartikan suara yang sangat bersih atau sangat jernih, sehingga mempengaruhi suara burung derkuku menjadi berdengung / bergema. Bening memiliki nilai maksimal 3.


E. Gaya Irama

Gaya irama adalah harmonisasi alunan anggung yang lengkap mulai dari suara depan, tengah dan ujung serta bunyi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Dimaksud dengan gaya irama yang baik adalah inter anggung yang harmonis, jarak antar anggung yang cukup serta kelengkapan suara depan, tengah, ujung yang stabil baik secara terus menerus. Gaya irama juga bisa diartikan harmonisasi anggung secara lengkap dan terus menerus. Gazya irama sangat mempengaruhi ketiga komponen suara depan, suara tengah dan suara ujung. Untuk memahami dan menilai gaya irama, seorang juri penilai, peserta lomba, pengamat dan empu burung derkuku harus benar-benar mengerti serta dapat menjiawai alunan anggung burung derkuku secara keseluruhan.  Apabila salah satu komponen anggung ( depan, tengah dan ujung) dinilai ada yang tidak maksimal, maka nilai gaya irama tersebut juga tidak bisa maksimal. Gaya irama memiliki nilai maksimal 9. Gaya irama yang baik harus memenuhi persyaratan 3 unsur, yaitu :

1. Inter Anggung
Inter anggung yang dimaksud adalah rangkuman satu alunan anggung yang lengkap mulai dari suara depan, tengah dan belakang (suara ujung) serta jarak antara suara depan, suara tengah dan suara ujung. Apabila tiap unsur yaitu suara depan/tengah/ujung) tidak memenuhi kriteria penilaian maksimal, maka inter anggung tersebut juga tidak memenuhi kriteria penilaian maksimal. Inter anggung memiliki nilai maksimal 3.

2. Antar anggung
Yang dimaksud antar anggung yaitu keharmonisan secara lengkap tiap anggung yang disertai jarak yang cukup dan harmonis antara anggung pertama, kedua , ketiga dan seterusnya. Antar anggung memiliki nnilai maksimal 3.

3. Stabil
Adalah berbunyi dengan lengkap disertai inter anggung dan antar anggung yang harmonis serta berkeseimbangan / secara terus menerus. Dimaksudkan bahwa nilai suara depan, suara tengah dan suara ujung mempengaruhui nilai stabil tersebut. Stabil memiliki nilai maksimal 3.


5 nilai komponen yang terpisah, yang dinilai juri saat lomba derkuku. Hal ini pula yang bisa menjadikan pedoman kita dalam menilai anggungan derkuku yang berorientasi untuk kelas lomba. Semoga bermanfaat.


Pakem Derkuku Lomba 2017, Hasil RAKERNAS PPDSI Pusat 2017 Reviewed by Eko Prasetyo on 6:15 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Gema Bahana - Gema Anggungan Nusantara © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.