Top Ad unit 728 × 90

Derkuku Kelantan, Tekukur Indonesia

Mengenal lebih dekat burung Tekukur/ Derkuku Biasa

Burung Tekukur atau Derkuku, mungkin bagi kebanyakan orang bukanlan burung asing / langka yang susah ditemui. Di tempat yang lapang, pematang sawah, pinggiran sungai dengan rerimbunan pohon sering kita lihat burung tersebut terbang dan hinggap secara berkelompok. Dengan ukuran panjang  tubuh sekitar 30 Cm, warna cokelat kehitaman dan ciri khas yang melekat adalah bintik mutiara putih di leher.

Di pagi dan sore hari, burung ini akan mengisi suara alam yang kadang sekali kita rindukan, akan suasana hangatnya suatu perkampungan. “deg kuku kuu, deg kuku ku” begitulah bunyi merdu yang dikeluarkan dengan tempo stabil tetap, berulang kali, lantang dapat di dengar dengan jelas saat burung bertengger di atas pohon yang tinggi. Bersahutan satu sama lainnya. Pertanda masih asrinya suatu perkampungan dijadikan habitat hidup derkuku.

Video Derkuku / Tekukur Alama dan Derkuku Kelantan Hasil Ternak Kuk 3



Sebagai salah satu burung pemakan biji-bijian, sehingga kita kadang kali kaget ketika bermain di tempat lapang, pinggiran sungai atau hutan tetiba ada burung terbang dari bawah.  Yaa, Derkuku memang burung pemakan biji-bijian. Tekukur / Derkuku di alam liar, senang sekali makan bijian seperti  jagung, gabah, miled, otek, jemawut, cantel dan bijian dari rerumputan liar yang ada di sekitar habitat mereka.

Secara penyebaran burung ini, hampir merata sehingga mudah dijumpai di seluruh Indonesia. Bahkan di negara tetangga pun, jenis ini bisa ditemukan di kawasan Asia Tenggara. Burung ini bukan tipe tahunan dan migrasi. Makanya selama habitatnya tidak terganggu, maka kita akan tetap bisa menikmati suara merdu burung derkuku tersebut.

Burung derkuku muda, menginjak usia 6-7 bulan, akan mulai memasuki masa birahi. Dimana jantan mulai aktif “mbekur”,  branjak ingin mencari pasangan dan kawin. Setelah jodoh dan kawin, Indukan derkuku akan bertelur 2 butir, dan menetas setelah masa inkubasi 14 hari. Anakan derkuku diloloh induk, dan bisa mulai belajar mandiri ketika umur 4 minggu (28 hari).

Derkuku alam akan tetap lestari, tentu saja perlu campur tangan kita dengan ikut serta melestarikan alam dimana habitat burung tersebut berkembang biak.

Mengenal lebih dekat burung Tekukur/ Derkuku Biasa Reviewed by Eko Prasetyo on 8:34 AM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Gema Bahana - Gema Anggungan Nusantara © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.