Top Ad unit 728 × 90

Derkuku Kelantan, Tekukur Indonesia

6 Pedoman Memilih Indukan Derkuku Bagi Pemula

Memilih Calon Indukan Ternak Derkuku

Beternak derkuku menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kita. Selain hobi dalam memelihara untuk didengarkan suaranya. Tentu saja ikut serta aktif dalam pelestarian derkuku alam, hybrid ( menciptakan variasi baru) dan kelantan menjadi salah satu cara kita ikut andil dalam pelestarian derkuku itu sendiri.

Dalam persiapan penangkaran, pemilihan indukan menjadi salah satu point penting yang dapat menentukan kesuksesan kita dalam beternak derkuku kedepannya. Kunci sukses dalam breeding memang tidak lepas dari pemilihan indukan yang tepat. Oleh sebab itu, hal apa saja yang perlu kita pelajari dan perhatikan untuk tahap awal memulai ternak derkuku dari persiapan calon indukan ?

1. Jenis Kelamin

Memastikan dan membedakan jenis kelamin antara jantan dan betina memang menjadi point penting dalam hal perjodohan. Pastikan kedua derkuku yang akan kita jodohkan berbeda kelamin jantan dan betina ( sepasang). Bagi kita membedakan derkuku jantan dan betina lebih mudah ketika usia sudah menginjak umur 9 bulan ke atas. Dimana ketika burung derkuku sudah menginjak masa birahi kawin, dari ciri-ciri yang tampak dari luar. Seumpamanya, jantan lebih dominan untuk mbekur ketika ditempel pasangan betina. Namun untuk tahap awal ini, alangkah lebih baiknya dan cepat jika kita di dampingi oleh orang lebih berpengalaman di dunia breeding untuk memilihkan derkuku jantan dan betinanya.

2. Kesehatan Fisik Derkuku

Pada point ke dua ini, kita sepemahaman bawah burung derkuku yang menjadi calon indukan yang kita pilih baiknya tidak sehat secara fisik, tidak ada hal yang menghalangi proses perkawinan, untuk betina proses bertelur. Tidak nyilet ( kondisi fisik kurus ) ketika dipegang dan dibalik tulang dada sangat menonjol terkesan kurus, jika dalam kondisi tersebut baiknya burung dikarantina tersendiri untuk disehatkan secara prima. Sehingga burung kelihatan kempal berisi, kencang dan kencang.

Contoh cacat fisik : Burung jantan sayapnya patah, sehingga tidak bisa menopang seimbang ketika proses kawin. Burung betina terlalu kecil sehingga riskan ketika bertelor mengalami kendala ( apalagi telur pertama) sehingga tidak bisa keluar atau keluar sebagian jika tidak ketahuan bisa saja mati karena telur menjadi keras dan burung menjadi lemah / drop fisiknya.

3. Birahi

Masa birahi antara kedua jantan dan betina itu sangat penting dalam persiapan perjodohan. Apalagi untuk betina. Saat betina mulai birahi, lenjeh istilah jawanya akan lebih mudah dijodohkan dengan jantan. sehingga segera terjadi romantisme antara jantan dan betina. Sehingga kita tidak perlu menunggu terlalu lama 2 minggu bahkan sampai bulanan. Karena burung terlanjur dicampurkan dan jantan birahi sedangkan betinanya tidak. Dalam kondisi tidak terpantau, bisa saja derkuku jantan menghajar betina sampai lemas dan mati. Hal ini karena birahi jantan yang over tidak diimbangi dengan keinginan betina untuk kawin karena belum jodoh.

4. Umur

Usahakan proses perjodohan mulai umur 9 bulan, dimana saat itu organ reproduksi kedua pasangan sudah siap matang dan birahi sudah muncul. Sehingga proses perjodohan lancar, kawin dan nelur pertama bisa sukses terutama untuk betina. Untuk derkuku yang diternak dengan tujuan kualitas suara, pada usia 9 bulan biasanya udah kelihatan kualitas suara maksimalnya.

5. Kualitas

"Value" nilai atau tujuan yang hendak kita capai dalam melakukan ternak derkuku. Ada berbagai alasan antara lain untuk mendapatkan derkuku dengan kualitas suara yang bagus. Maka materi indukan yang digunakan dan dipilih berdasarkan kualitas suara bawaan induk. Atau karena ingin mengembangkan derkuku warna, sehingga kualitas warna ( gen bawaan warna) yang kita utamakan. Atau kualitas lain yang ingin ditonjolkan, maka tidak lepas dengan materi yang tentunya berkaitan dengan tujuan yang hendak kita capai.

6. Catatan Riwayat Dan Rekomendasi Peternak

Point ini bisa dikatakan dominan untuk beberapa peternak awal, dimana rekam riwayat materi yang digunakan biasanya kita dapat dari peternak sebelumnya. Contoh : apakah derkuku ini sulit kawin, ada darah gen albino, jika hasil breeding sebelumnya materi apa saja yang digunakan. Serta catatan lainnya yang bisa gunakan sebagai rekomendasi mengapa kita memilih calon indukan tersebut. Tentunya kita mendapatkannya dari orang yang kredibel / dapat dipercaya.

Demikian 6 Tips Pedoman Untuk Memilih Calon Indukan Derkuku. Salam Kuuukkk
6 Pedoman Memilih Indukan Derkuku Bagi Pemula Reviewed by Eko Prasetyo on 9:52 PM Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Gema Bahana - Gema Anggungan Nusantara © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.